Sebagai kota yang memiliki julukan "Kota Pelajar" setiap pagi lalu lintas Jogja selalu padat oleh para siswa ataupun siswi dari SD sampe SMA maupun Mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai Universitas yang ada di seluruh Jogja. Bukan cuma para pelajar, orang-orang yang mau berangkat kerja dan transportasi umum pun ikut memberikan andil untuk kepadatan lalu lintas di kota Jogja. Penuh, sesak, udara kotor, bising, itulah hal yang lumrah kita jumpai di pagi hari kota Jogja. Kalau dibiarkan seperti ini dan melihat kenyataan bahwa pertumbuhan kendaraan di kota Jogja tiap tahun terus meningkat tanpa dibarengi dengan pertumbuhan jalan raya di Jogja, maka dapat dipastikan beberapa tahun lagi akan terjadi kemacetan yang sangat puanjjanngg di pagi hari pada hari kerja dan masuk sekolah. Baru dibayangkan saja sudah gak nyaman kan? Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?
Pemerintah sendiri akhir-akhir ini telah gencar mensosialisasikan gerakan Car free day di berbagai kota di Indonesia, dan kota Jogja juga ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Contohnya saja di sepanjang jalan Malioboro di hari dan jam-jam tertentu telah diberlakukan Car free day dimana kendaraan bermotor baik mobil maupun motor tidak boleh turun ke jalanan Malioboro, karena pada jam tersebut jalanan hanya di peruntukan untuk masyarakat yang ingin berolahraga seperti joging bersepeda dan lain-lain. Dampak nyata dari kegiatan tersebut sangat terasa, survey membuktikan setelah adanya kegiatan tersebut tingkat polusi di kota Jogja berkurang, dan masyarakat banyak yang tersadar akan pentingnya olahraga bagi tubuh. Sayangnya kegiatan tersebut akhir-akhir ini seakan-akan mulai "terlupakan", semenjak terpilihnya walikota baru durasi waktu yang digunakan untuk Car free day malah justru di persempit. Lalu bagaimana?
Jika kita tinjau kembali, kegiatan Car free day memang sangat efektif untuk mengurangi polusi dan "membersihkan" udara Jogja lagi, tapi jika misalnya saja kegiatan tersebut hanya dilakukan dalam kurun waktu 1 minggu sekali saja saya kira cara tersebut kurang tepat untuk mengurangi tingkat kemacetan di kota Jogja pada hari-hari kerja dan masuk sekolah. Solusi yang akhir-akhir ini kerap di gembar gemborkan adalah Bike at school ataupun juga Bike at campus. kegiatan ini mengajak kita untuk bersepeda menuju kesekolah atau kampus, atau bisa juga bersepeda di dalam kawasan kampus. Untuk kegiatan ini Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menjadi pelopor dalam gerakan Bike at campus. Tidak tanggung-tanggung UGM bahkan menyiapkan ratusan sepeda yang disebar di seluruh fakultasnya agar dapat dipakai mahasiswanya. Langkah UGM ini patut kita acungi jempol.
Lalu bagaimana dengan Universitas lain? Mari kita tengok kampus saya tercinta Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ternyata di UNY gelegar wacana Bike at campus sangat lirih sekali terdengar, Jika dibandingkan dengan UGM, UNY yang notabene hanya memiliki 7 Fakultas ini lebih siap untuk melaksanakan Bike at campus dibanding Universitas lain. Disamping jarak antar fakultasnya yang tidak terlalu jauh, di UNY juga terdapat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang berisi insan-insan olahraga. Harusnya UNY mampu menjadi trendsetter atau paling tidak menyamai UGM dalam gerakan ini. Harapan saya adalah agar para petinggi Universitas baik Bapak Rektor maupun Bapak Dekan di setiap Fakultas mau untuk memfasilitasi agar UNY sebagai salah satu Universitas Negeri terbaik di Indonesia dapat berbicara banyak untuk ikut memecahkan solusi kepadatan lalu lintas di kota Jogja ini dengan cara menerapkan aturan Bike at campus atau paling tidak menyediakan sepeda untuk dapat dipakai mahasiswa dalam kawasan kampus. Disamping dapat mengurangi kepadatan lalu lintas tapi udara di sekitar kampus juga pasti akan lebih bersih dan lebih nyaman.
Saya kira dengan gerakan semacam ini mahasiswa yang rumah atau kosnya relatif dekat dengan kampus akan lebih bersemangat untuk bersepeda menuju kampus, dan kalaupun mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus pun akan punya kesempatan untuk ikut terlibat dalam gerakan ini jika tersedia sarana yaitu sepeda di dalam kawasan kampus. Dengan begitu pemakaian sepeda motor ataupun kendaraan bermotor lainya dalam kawasan kampus saya rasa akan berkurangg. So, tunggu apalagi? mari bersepeda!
huahahahaha
BalasHapustugas Alk ya ? hahahaha
BalasHapusjuoohhhhh
Hapus